Terbebas dari Masalah
“Lalu bagaimana dengan, tak memiliki masalah? Dengan tak
memiliki masalah tentu akan membuat bahagiakan? Tentu akan begitukan?”
Kelihatannya akan seperti itu tapi, tidak bahagia bukan hanya karena masalah.
Yang menjadi akar kenapa kita tidak bahagia adalah “PIKIRAN KITA”. Yah, pikiran
kitalah penyebabnya. Kita berusaha mati-matian “Berpikir” untuk menjadi
bahagia, tapi sebenarnya kebahagiaan sendiri ada di “Pikiran” kita. Cara untuk
bahagia adalah dengan men-setting pikiran kita. Banyak sekali doktrin yang
disodorkan ketika kita kecil, contohnya, banyak uang membuat bahagia. Mempunyai
jabatan tinggi membuat bahagia. Mobil, rumah, kekuasaan, barang-barang
bermerek. Sudah terlalu banyak kita terdoktrin hal yang kebenarannya masih
abu-abu. Kita membenarkannya karena banyak orang juga membenarkan. Juga karena
kita waktu kecil tidak bisa berpikir kritis. Waktu masa anak-anak, kita hanya
berpegang pada prinsip karena banya orang membenarkannya tentulah benar, karena
orang tua yang memberitahu tantulah benar, karena itu sudah dipandang umum
tentulah benar. Terbawa sampai dewasa, dan menjadi pondasi pikiran kita.
Masalah sendiri, merupakan bagian dari kehidupan. Kita
memiliki banyak masalah karena kita hidup. Dalam masalah tersebut, dapat dibagi
dua, ada masalah positif dan negatif. Contoh masalah positif, kita mendaftar
pada universitas ternama lalu kita diterima, dibalik hal menggembirakan karena
diterima di universitas ternama, ada juga masalah yang menghampiri. Pada hari
pertama kuliah saya pakai baju apa ya? Jika kita sering terlambat saya akan
mendapat sangsi apa? Apa jurusan yang kita ambil sudah tepat? Pasti disana
persaingannya ketatkan? Saya tidak suka dosen ini! Dari satu masalah menimbulkan
masalah lainnya. Lalu seperti banyak orang tahu, contoh masalah negatif. Kita
terjerat masalah korupsi, kolusi, dan nepotisme! Tertangkap membawa narkoba!
Kekerasan! Pencemaran nama baik! Masalah tentu akan membawa ketidak bahagiaan.
Tapi akar masalahnya bukan itu, yang menyebabkan kita tidak bahagia pikiran
kita, bahkan jika masalah itu adalah masalah negatif, kita masih bisa bahagia
dengan mengubah cara pikir kita. Dari penjara adalah hal yang menakutkan dan
menyiksa. Menjadi, dipenjara adalah hal yang baik dan menjadi pelajaran untuk
kita agar lebih baik kedapannya. Dengan pola pikir seperti ini maka kita bisa
bahagia karenanya, atau setidaknya lebih baik dari pikiran sebelumnya (Karena dipenjara jelas bukan hal yang baik,
maka jangan men-setting pikiran kita kesana dengan tujuan meremehkan yang
namannya penjara. Tapi setingglah pikiran kita, jika sudah terlanjur ada
dipenjara wkwk).
Settinglah dengan
benar pikiran kita
Jika kita ingin bahagia, maka ubahlah cara pandang kita.
Dari bahagia itu uang, ke bahagia itu ada karena bersyukur. Dari bahagia itu
ada dari pandangan orang, ke bahagia itu ada karena tidak sensitif terhadap
komentar orang, dengan mengambil mamfaat dari komentarnya.
Bayangkan jika kita tak memilik masalah baik negatif maupun
positif, akan ada hal yang mengiringinya seperti kebosanan karena hal monoton
terus terjadi, disebabkan karena tidak terjadi masalah, disini terjadi kebosana
karena, pola pikir kita mengatakan jika tidak ada masalah maka apa serunya
hidup. Walau hidup sengsara dan banyak masalah, kita masih bisa bahagia dengan
mengubah pola pikir kita menjadi, Karena saya hidup sengsara maka diwaktu
ketika saya sukses, saya akan jauh, jauh lebih bahagia dibandingkan orang yang
tidak mengalami penderitaan seperti saya. Dan juga, karena saya mengalami hidup
yang cukup menderita maka saya bisa menjalani proses untuk memperbaiki hidup
dengan jelas dan menyenangkan.
Kita harus men-setting pikiran kita dengan benar dan tepat.
Ada saatnya kita setting pikiran dengan inspirasi, motivasi, penuh semangat,
dan selalu optimis, dengan tujuan menjalani dan membuat hidup yang lebih baik.
Ada saatnya kita harus berpikiran kritis terhadap suatu hal, misalnya politik, sosial,
dan budaya, dengan maksud terhindar dari sesuatu yang keliru baik dari
idiologi, sifat, dan pemikiran.
Memang benar uang, pandangan orang, dan terlepas dari
masalah bisa membuat kita bahagia. Tetapi sejatinya bukan itu yang membuat kita
bahagia, yang membuat kita bahagia adalah pikiran kita yang men-setting dengan
mendapatkan uang, pandangan positif dari orang-orang, dan terlepas dari masalah
kita dapat bahagia (walaupun hanya sementara). Kenapa sementara? Karena bentuk
pikiran ini tidak visioner. Asal dapat mencapai tujuan ini kita akan kehilangan
impian kita yang selama ini kita susun. Jika ingin bahagia degan seluruhnya.
Buatlah pola pikiran yang membuat kita bahagia pada saat proses, mencapai
tujuan, dan setelah mencapainya.
Komentar
Posting Komentar